Misteri Kematian Sarpina Sinaga di Gunung Malela, Polisi Ungkap Hasil Visum dan Olah TKP
Lingga, Gunung Malela, KABAR NAGORI - Misteri kematian Sarpina Sinaga (44), warga Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, akhirnya terungkap setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan visum luar terhadap korban.
Penemuan jasad ibu rumah tangga tersebut sempat menggegerkan warga setempat karena korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi tubuh mulai membusuk.
Tim INAFIS Polres Simalungun langsung diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah dan profesional.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, penemuan korban bermula dari rasa curiga tetangga sekaligus sahabat dekat korban yang tidak melihat Sarpina Sinaga selama dua hari berturut-turut.
“Biasanya korban datang berkunjung setiap malam. Karena beberapa hari tidak terlihat dan tidak ada kabar, tetangga meminta suaminya untuk mengecek kondisi korban,” ujar AKP Verry Purba.
Saat tiba di rumah korban, saksi melihat lampu rumah masih menyala. Setelah dipanggil tidak ada jawaban, saksi mengintip melalui jendela dan melihat korban dalam posisi duduk tanpa bergerak.
Warga kemudian berdatangan ke lokasi dan menemukan seluruh pintu rumah terkunci dari dalam. Salah seorang warga akhirnya berhasil masuk melalui pintu samping rumah dan menemukan korban sudah meninggal dunia di ruang tamu rumahnya.
Personel Polsek Gunung Malela bersama Tim INAFIS Polres Simalungun langsung mengamankan lokasi serta melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.
Tim INAFIS Polres Simalungun yang terdiri dari AIPDA Owen Saragih dan AIPDA Sujid Saputra kemudian melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian korban.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk dilakukan visum luar oleh tim medis forensik.
Berdasarkan hasil Visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit hipertensi dan diperkirakan telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ada indikasi kekerasan. Korban diduga meninggal akibat sakit dan situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar AKP Verry Purba.
Polres Simalungun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi tetangga sekitar, khususnya warga yang tinggal sendirian, guna mencegah kejadian serupa terjadi kembali.